Browse SOLIVAGANT public fragrance previews with product stories, notes pyramid, concentration, size variants, Rupiah price, and customer-facing availability. The interactive storefront requires JavaScript for product browsing, cart, checkout, and order tracking.
Maskumambang
Dari seri Macapat.
Maskumambang adalah tembang yang pertama, tentang sesuatu yang masih mengambang: kehidupan yang baru mulai terbentuk di dalam perut ibu. Belum punya nama, belum punya wujud, tapi sudah ada.
Wanginya melati sambac dan cempaka yang lembut, olibanum yang tenang seperti doa, lalu musk yang hangat dan menutup seperti selimut.. Eau de Parfum. Rp 750.000
La Tulipe
Sebuah penghargaan untuk bunga tulip.
Tulip hampir tidak punya wangi yang bisa ditangkap, jadi ini bukan rekaman, tapi bayangan. Muguet yang bening di awal, kelopak tulip yang dingin dan sedikit hijau di tengah, lalu musk yang lembut menutup.
Aroma tentang bunga yang cantiknya justru karena diam.. Eau de Parfum. Rp 289.000
.Wayback
Ada kenangan yang tidak ingin kita buka lagi, tapi tetap kita simpan.
.Wayback adalah jalan pulang yang salah arah. Cherry yang matang terlalu jauh, almond yang pahit, lalu gelap pelan-pelan sampai tinggal oud dan sesuatu yang liar di baliknya.
Aroma untuk seseorang yang tersesat, dan tidak buru-buru ditemukan.. Eau de Parfum. Rp 345.000
La Rose
Seperti sedang menghirup bunga mawar yang masih mengeluarkan nektarnya.
Bukan mawar parfum yang rapi, tapi mawar yang baru dipetik: manis, basah, dan masih hijau di pangkalnya.
Musk di bawahnya membuat mawar ini bertahan di kulit jauh lebih lama daripada bunganya sendiri.. Eau de Parfum. Rp 310.000
Patchouli so sexy
Nilam biasanya dibilang aroma tua, berat, dan gelap. Di sini nilamnya justru dibuat menggoda.
Dibuka nilam Jawa yang pekat dengan sentuhan coklat putih, lalu amber dan balsamic membuatnya melunak dan menempel. Vanilla di bawah menutupnya jadi hangat.
Patchouli so sexy: nilam yang tidak minta izin dulu.. Eau de Parfum. Rp 297.000
Aquilaria tuberosa
Dua hal yang jarang mau duduk berdampingan: tuberose yang mekar penuh, dan oud Malinau yang gelap dan berat.
Di awal tuberose bicara lebih dulu, putih, creamy, sedikit memabukkan. Lalu cendana dan orris menurunkan suhunya, sampai oud naik dari bawah dan mengambil alih.
Aquilaria tuberosa adalah pertemuan itu: bunga yang tidak mau mengalah, dan kayu yang tidak perlu bicara keras.. Eau de Parfum. Rp 649.000
Jason Voorhees
Terinspirasi dari legenda Crystal Lake.
Jason Voorhees kembali dari kegelapan, membawa ketakutan yang tak pernah mati. Diam, tapi mematikan. Tenang, tapi tak terhentikan.
Aromanya rawa yang gelap: hijau dan basah di awal, lalu kulit dan asap, dan di bawahnya sesuatu yang sebaiknya tidak ditemukan.
Berani semprot, kalau kamu cukup kuat untuk menatap kegelapan.. Eau de Parfum. Rp 297.000
HUG N°1
Terinspirasi dari momen kelahiran, saat waktu terasa berhenti, dan segalanya berubah.
HUG adalah parfum yang menangkap keajaiban pelukan pertama: aroma ruang bersalin yang steril, darah hangat, kulit bayi, sabun lembut, dan susu pertama yang menyambut hidup.
Wanginya metallic, musky, powdery, lactonic. Bersih tapi tetap ada yang hidup di dalamnya, dan itu bagian yang paling sulit dijelaskan.. Eau de Parfum. Rp 279.000
Sudra
Sudra adalah penghormatan untuk tangan-tangan yang jarang disorot, untuk mereka yang hidupnya berdenyut dari tanah, keringat, dan waktu.
Terinspirasi dari kehidupan petani dan kaum buruh, Sudra bukan tentang kemewahan, tapi tentang keberlangsungan, tentang kerja yang sunyi, tentang aroma yang lahir dari realita.
Rempah yang kering, hijau yang masih basah, beras, lalu kayu yang hangat dan tidak minta diperhatikan.. Eau de Parfum. Rp 339.000
Wongka!
Kadang, ketenangan datang dari tempat yang aneh.
Dari suara air terjun yang seolah bernafas, dari aroma dedaunan basah yang terasa hidup, dan dari keheningan yang justru bermain-main dengan imajinasi.
Wongka! adalah tentang momen itu. Tentang zen yang tak kaku, tentang tenang yang punya jiwa bermain. Sebuah aroma yang menenangkan, lembut, tapi diam-diam punya sihir di baliknya.. Eau de Parfum. Rp 319.000
Animal Farm
Bayangin lo lagi jalan di peternakan. Ada ayam berlarian, sapi yang bau tanah basah, suara gaduh di tempat potong daging, bahkan aroma kotoran ayam yang nyengat. Semua campur jadi satu suasana yang liar, kacau, tapi jujur.
Dari sanalah aku dapet ide bikin parfum ini. Namanya Animal Farm. Sebuah eksperimen aroma yang gak manis, gak indah, tapi nyata, kayak hidup yang apa adanya.
Dibuka hijau dan basah, lalu kulit dan musk naik, sampai akhirnya tinggal yang paling jujur: animalic dan tanah.. Eau de Parfum. Rp 297.000
Jata Bhumi
Bayangin, lo lagi ikut upacara Nadran di Indramayu.
Sesajen dilepas ke laut sebagai penghormatan untuk yang menjaga air. Perahu goyang, asap dupa kebawa angin, dan bau laut nempel di mana-mana.
Jata Bhumi adalah aroma dari atas kapal itu: marine yang asin, asap yang tipis, dan sesuatu yang amis dan hidup di bawahnya.. Eau de Parfum. Rp 289.000